Cara Daftar BPUM UMKM BRI Online 2022 Lewat HP

Cara daftar BPUM kini banyak dicari oleh para pelaku UMKM, hal ini bukanlah tanpa alasan melainkan BPUM sendiri ditunjukkan khusus untuk pelaku usaha. Meskipun nilainya tidak terlalu besar, namun BPUM ini dilakukan secara rutin setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Oleh karena itu bagi kamu yang memiliki usaha, tentunya bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan BPUM tersebut. Caranya hanya perlu menyiapkan beberapa syarat saja serta harus telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Bukan hanya untuk membantu usaha supaya berkembang saja, namun BPUM juga dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang menjadikannya wajib dimiliki bagi kamu seorang pelaku usaha. Simak penjelasan bonline.id dibawah ini.

Apa Itu BPUM?

cara-daftar-bpum

Istilah BPUM sebenarnya baru muncul beberapa waktu terakhir, terutama saat terjadi wabah Covid-19. BPUM sendiri dapat diartikan sebagai Banpres Produktif Usaha Mikro, seperti namanya bantuan ini khusus disalurkan untuk pelaku usaha mirko.

Tujuan dari bantuan ini tak lain untuk memulihkan kembali ekonomi masyarakat pasca wabah Covid-19. Dengan menopang para pelaku usaha, diharapkan nantinya pengembangan ekonomi bisa kembali seperti semula.

Syarat Untuk Bisa Daftar BPUM

syarat-daftar-bpum

Ada beberapa syarat yang harus disiapkan untuk bisa mendaftar BPUM, dimana syarat tersebut bersifat wajib dan haruslah dipenuhi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum mengikuti cara daftar BPUM, yaitu sebagai berikut:

  • Pemilik atau pelaku UMKM berusia minimal 18 Tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk.
  • Pemilik atau pelaku UMKM merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia usaha atau UMKM minimal 2 Tahun.
  • Usaha atau UMKM tidak sedang dibiayai oleh koperasi atau kredit apapun.
  • Pemilik UMKM tidak bagian dari Pegawai Negeri Sipil, TNI, atau Polri.
  • Memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU) dari pemerintah daerah.
  • Memiliki Surat Izin Usaha dari pemerintah setempat.
  • Telah terdaftar sebagai UMKM.

Berkas yang Harus Disiapkan Sebelum Daftar BPUM

berkas-bpum

Selanjutnya juga terdapat berkas-berkas yang harus disiapkan untuk melakukan pendaftaran, berkas yang dibutuhkan sendiri tidak terlalu sulit. Sehingga dapat dipenuhi dengan mudah, yaitu sebagai berikut:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Keterangan Usaha (SKU)
  • Surat Keterangan Bukan Koperasi
  • Surat Keterangan Tidak Didanai Oleh Kredit Rakyat
  • Bidang usaha yang akan diusulkan
  • Nomor telepon yang masih aktif

Cara Daftar BPUM

cara-daftar-bpum

Setelah memenuhi syarat yang ada serta berkas-berkas penting, maka pelaku usaha bisa langsung mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan BPUM. Untuk detail cara mendaftar BPUM secara lengkap, simaklah langkah-langkah berikut ini:

  • Mula-mula siapkanlah terlebih dahulu berkas yang dibutuhkan, seperti KK, KTP, SKU, dan lain sebagainya.
  • Selanjutnya datangilah Dinas Koperasi dan UMKM yang ada di kota kamu.
  • Kemudian katakan pada petugas bahwa kamu ingin mendaftar sebagai penerima BPUM.
  • Disini kamu akan diberikan formulir pendaftaran, dimana isilah semua informasi yang dibutuhkan. Mulai dari nama, usia, jenis kelamin, alamat, jenis usaha, dan masih banyak lagi lainnya.
  • Apabila formulir telah terisi dengan lengkap, setorkan lagi ke petugas.
  • Tunggu beberapa saat hingga petugas memanggil nama kamu, lalu biasanya kamu akan diminta berkas-berkas yang dibutuhkan.
  • Serahkan semua berkas yang telah dibawa, lalu tunggu kembali hingga petugas memanggil.
  • Disini kamu akan diberikan surat permohonan, dimana simpanlah surat tersebut sebagai arsip.
  • Dari sini kamu sudah berhasil mendaftar sebagai salah satu penerima BPUM, dimana kamu hanya perlu menunggu proses verifikasi selesai.
  • Umumnya proses verifikasi membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu, oleh karena itu kau harus bersabar menunggunya.
  • Apabila pengajuan bantuan BPUM disetujui, maka kamu bisa mengambil bantuan melalui bank BRI saat pencairan.

Cara Cek Penerima BPUM dengan Mudah

Apabila sudah menerapkan cara daftar BPUM serta menyerahkan berkas-berkas yanh dibutuhkan, selanjutnya kamu dapat mengecek apakah BPUM bisa didapatkan atau tidak. Disini terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut:

1. Cek Penerima Bantuan Melalui Benpes BPUM

Daftar penerima bantuan BPUM ini dapat dicek secara langsung di situs resminya, dimana kamu hanya perlu mengunjungi Benpes BPUM. Disini kamu dapat mengecek status penerima BPUM kamu, berikut cara lengkapnya:

  • Mula-mula bukalah browser yang ada di HP kamu, gunakanlah Google Chrome agar dapat mengakses situsnya.
  • Kemudian kunjungi situs Benpes BPUM, dimana kamu dapat mengunjunginya melalui link https://kemenkopukm.go.id/read/program-banpres-produktif-untuk-usaha-mikro.
  • Selanjutnya pilihlah bagian menu yang ada di bagian kiri atas, lalu pilihlah opsi cek penerima bantuan.
  • Bila sudah, maka kamu akan diarahkan ke halaman pengecekan.
  • Disini masukkan nama serta NIK yang dimiliki, lalu tekan cari penerima.
  • Tunggu beberapa saat hingga situs memindai NIK yang dimasukkan.
  • Apabila kamu menerima bantuan, maka akan muncul keterangan penerima serta data lengkap yang dimiliki. Seperti nama, alamat, jenis usaha, serta detail pencairan dana yang bisa dilakukan.
  • Sedangkan bila kamu tidak terdaftar, maka di halaman tersebut akan muncul data penerima kosong.

2. Cek Penerima Bantuan Lewat Eform BRI

Bukan hanya lewat situs resminya saja, namun kamu juga dapat mengecek status bantuan BPUM melalui Eform BRI. Hal ini karena bantuan tersebut dicairkan melalui bank BRI tersebut, caranya sendiri bisa disimak sebagai berikut:

  • Bukalah terlebih dahulu browser yang ada di ponsel kamu, usahakan gunakan Google Chrome atau Mozilla agar prosesnya lebih mudah.
  • Selanjutnya kunjungi situs Eform BRI, lalu tekan menu dan pilihlah opsi bantuan BPUM.
  • Untuk lebih mudahnya kamu juga bisa langsung klik link https://eform.bri.co.id/bpum.
  • Bila situs telah terbuka, masukkanlah nama serta NIK yang kamu miliki.
  • Kemudian tekan cari penerima bantuan atau Inquiry yang ada di bagian bawah.
  • Tunggu beberapa saat hingga pemindaian selesai, dimana situs akan menampilkan data penerima yang relevan dengan data yang kamu masukkan.
  • Apabila kamu mendapatkan bantuan, maka akan muncul informasi detail bantuan yang kamu terima. Mulai dari jenis bantuan, nama penerima, alamat, jenis usaha, hingga detail pencairan yang bisa dilakukan.
  • Disisi lain bila kamu tidak menerima bantuan, maka situs akan menampilkan nama yang dicari tidak ada.

3. Cek Penerima Bantuan Via SMS atau Telepon

Penerima bantuan BPUM umumnya juga akan mendapatkan telepon atau SMS, terutama untuk kamu yang mendaftarkan diri dengan cara daftar BPUM secara manual diatas. Disini kamu cukup melihat SMS atau menunggu telepon saja.

Umumnya informasi tersebut akan didapatkan menjelang proses pencairan, karena dalam pesannya akan juga disertakan kode verifikasi pencairan. Kode tersebutlah yang akan digunakan untuk mencairkan dana BPUM yang kamu dapatkan.

4. Cek Penerima Bantuan di Ketua RT atau Kantor Desa

Apabila pelaku UMKM tidak bisa menggunakan alat digital, maka jangan khawatir karena bantuan ini juga akan diberitahukan melalui ketua RT setempat. Disini kamu dapat mencari tahu daftar penerima bantuan BPUM dengan menanyakan siapa saja yang mendapatkannya.

Bahkan bila tidak sempat menanyakan, biasanya ketua RT akan menyampaikannya secara langsung ke penerima bantuan BPUM. Baik melalui surat keterangan ataupun secara langsung door to door.

5. Cek Penerima Bantuan Langsung di Kantor Cabang BRI

Selain itu kamu juga dapat langsung pergi ke kantor cabang BRI setempat, kemudian langsung saja menanyakan soal bantuan BPUM baik melalui satpam atau petugas BRI. Maka selanjutnya kamu akan langsung dicek di daftar penerima BPUM.

Ada beberapa berkas yang harus disiapkan untuk mengecek informasi BPUM melalui kantor cabang BRI. Mulai dari KTP, KK, Surat keterangan usaha, dan lain sebagainya. Tunggulah beberapa saat dan petugas BRI akan memberitahukan status BPUM yang kamu miliki.

Cara Mencairkan BPUM Melalui Bank BRI

cara-cairkan-bantuan

Apabila pelaku usaha mendapatkan BPUM, maka ia bisa segera dicairkan atau diambil. Untuk mencairkan dana BPUM ini sendiri sangatlah mudah, dimana kamu bisa mengikuti beberapa langkah mencairkan dana BPUM berikut ini:

  • Siapkanlah berkas-berkas yang dibutuhkan untuk pencairan terlebih dahulu, seperti KTP, KK, KSU, dan lain sebagainya.
  • Kemudian datangilah lembaga pencairan dana BPUM di daerah kamu, biasanya BPUM ini dicairkan melalui kantor cabang BRI setempat.
  • Selanjutnya katakan kepada satpam bila kamu ingin mengambil batuan BPUM.
  • Disini satpam akan memberikan formulir yang bisa kamu isi, lalu isilah semua data yang diminta. Seperti nama, alamat, usia, jenis usaha, dan lain sebagainya.
  • Bila sudah, serahkan formulir ke teller bank yang bertugas.
  • Setelah itu tunggulah teller memeriksa bantuan BPUM yang akan kamu cairkan.
  • Nantinya kamu akan dipanggil dan akan dimintai berkas-berkas yang dibutuhkan.
  • Serahkanlah semua berkas yang diminta, lalu tunggulah lagi di ruang tunggu.
  • Setelah itu kamu akan dipanggil dan diberi surat pengambilan, dimana kamu cukup melakukan tanda tangan ke surat tersebut.
  • Dari sini dana BPUM akan diserahkan serta bukti pengambilan yang kamu lakukan tadi.
  • Bila sudah, maka kamu telah berhasil mengambil bantuan BPUM melalui bank BRI tersebut.

Syarat, Klasifikasi, dan Cara Daftar UMKM Agar Bisa Mendapatkan Bantuan BPUM

bpum

Perlu kamu ketahui pula bahwa BPUM hanya bisa cair, apabila usaha kamu telah terdaftar sebagai UMKM di dinas terkait. Sehingga bila belum terdaftar, tentunya dana BPUM tidak bisa didapatkan ataupun dicairkan. Disini kamu bisa menerapkan cara daftar BPUM atau UMKM berikut ini:

1. Syarat Daftar UMKM

Ada beberapa syarat yang harus disiapkan untuk bisa mendaftar sebagai UMKM, dimana syarat tersebut digunakan agar usaha kamu dapat terdaftar di UMKM. Sehingga saat terdapat bantuan BPUM, maka kamu bisa berkesempatan untuk mendapatkannya. Berikut beberapa syaratnya:

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Surat Izin Usaha (SIU)
  • Surat Keterangan Usaha (SKU)
  • Rincian Jenis usaha
  • Rincian dan total aset
  • Pendapatan per tahun

2. Klasifikasi UMKM

Selain itu terdapat juga klasifikasi UMKM yang harus dipenuhi bila ingin mendaftar, dimana umumnya terdapat tiga jenis UMKM yang ada. Setiap jenisnya bisa mendapatkan bantuan yang berbeda-beda, berikut klasifikasi UMKM berdasarkan pendapatan dan nilai aset yang dimiliki:

  • Usaha Mikro: Usaha dengan pendapatan maksimal 300 juta per tahun, sedangkan nilai asetnya kurang dari 50 juta (diluar tanah dan bangunan)
  • Usaha Kecil: Usaha dengan pendapatan 300 juta sampai dengan 2.5 M, sedangkan nilai asetnya antara 50-500 juga (diluar tanah dan bangunan)
  • Usaha Menengah: Usaha dengan pendapatan diatas 2.5 M, sedangkan asetnya diatas 500 juta (diluar tanah dan bangunan)

3. Cara Daftar UMKM

Setelah syarat mendaftar UMKM dan klasifikasi sudah terpenuhi, maka kamu bisa langsung mendaftar untuk menjadi UMKM yang diakui secara sah, berikut caranya.

  • Mula-mula scan terlebih dahulu semua berkas yang dibutuhkan, seperti KTP, KK, SKU, dan lain sebagainya.
  • Selanjutnya bukalah browser yang ada di HP atau PC kamu, usahakan gunakan Google Chrome agar pendaftaran berhasil.
  • Bila sudah, kunjungilah situs pendaftaran atau perizinan usaha UMKM di https://oss.go.id/.
  • Tunggulah hingga situsnya terbuka, lalu lakukan pendaftaran akun terlebih dahulu.
  • Caranya cukup masukkan nama dan email kamu, kemudian tekan daftar.
  • Disini kamu akan diberikan kode verifikasi melalui email, dimana kamu bisa salin kode atau langsung klik link verifikasi yang diberikan.
  • Otomatis pendaftaran akun telah berhasil dan kamu akan langsung diarahkan menuju situsnya.
  • Disini pilihlah bagian menu, lalu pilih perizinan usaha dan pilih kategori perorangan.
  • Setelah halaman terbuka, masukkan data diri yang dibutuhkan. Seperti nama, jenis kelamin, usia, alamat, NIK, dan lain sebagainya.
  • Tekan selanjutnya, lalu kamu akan diminta memasukkan data usaha yang dimiliki. Mulai dari jenis usaha, alamat usaha, usia usaha, total aset, pendapatan per tahun, dan masih banyak lagi lainnya.
  • Tekan lagi simpan dan lanjutkan, maka kamu akan diminta memasukkan berkas-berkas ke dalam situs. Seperti KTP, KK, SKU, dan lain sebagainya.
  • Apabila semua data telah terisi dengan lengkap, maka kamu bisa tekan tombol Buat NIB.
  • Tunggu beberapa saat hingga terdapat notifikasi pendaftaran sedang diproses.
  • Dari sini kamu hanya perlu menunggu hingga pendaftaran disetujui, dimana ia akan dikirimkan melalui email yang telah kamu daftarkan sebelumnya. Nantinya kamu akan mendapatkan surat izin usaha serta NIB atau Nomor Induk Bidang Usaha.
  • Simpanlah data tersebut agar nantinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya seperti mendapatkan dan mencairkan dana untuk UMKM.
  • Terlebih lagi dengan terdaftarnya usaha di UMKM daerah, maka akan ada banyak sekali bantuan yang bisa kamu dapatkan. Oleh karena itu segeralah mendaftarkan usaha di UMKM.

F.A.Q

1. Apakah Semua Pedagang Mendapatkan BPUM?

Tidak semua pedagang bisa mendapatkan bantuan BPUM, dimana hanya pedagang yang memenuhi kriteria saja yang bisa mendapatkannya. Selain itu pedagang yang belum mendaftar sebagai UMKM juga berpeluang kecil untuk bisa mendapatkan BPUM.

Apalagi kini telah banyak pedagang yang terdaftar sebagai penerima BPUM, sehingga pedagang baru belum tentu bisa mendapatkannya. Namun BPUM ini merupakan program peningkatan ekonomi secara berkala, tidak ada salahnya menerapkan cara daftar BPUM diatas agar kamu mendapatkannya.

2. Dari Mana Sumber Bantuan BPUM?

Dana BPUM berasal langsung dari Program Bantuan Presiden, dimana ia diambilkan dari APBN negara. Tujuannya agar perekonomian masyarakat cepat pulih kembali, terutama setelah pamdemi Covid-19 yang membuat ekonomi mengalami penurunan sangat signifikan.

Selain itu BPUM juga diharapkan mampu mendorong perekonomian secara mikro, sehingga masyarakat memiliki taraf hidup yang lebih baik. Mengingat pedagang atau pelaku usaha mikro menjadi salah satu penopang tatanan ekonomi.

3. Bagaimana Bila Usaha Belum Terdaftar di UMKM?

Banyak pedagang yang mengeluhkan bahwa bantuan BPUM tidaklah merata, padahal bisa jadi usaha miliknya belum terdaftar sebagai UMKM. Sehingga tentunya tidak akan mendapatkan BPUM bila belum terdaftar sebagai UMKM.

Namun jangan khawatir, karena setiap pelaku usaha berhak mendaftarkan diri sebagai pemilik UMKM. Oleh karena itu bagi kamu yang merasa belum pernah mendaftar, maka segeralah mendaftarkan usaha sebagai UMKM. Sehingga nantinya bila terdapat bantuan lagi, usaha kamu dapat terdaftar.

Cara daftar BPUM memang sangatlah mudah, dimana kamu hanya perlu menyiapkan berkas-berkas serta harus memenuhi kriteria terlebih dahulu. Barulah kamu bisa mendaftarkan usaha di dinas terkait, bila beruntung maka usaha akan mendapatkan bantuan BPUM tersebut.

Artikel Terkait :